Pengaruh Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) Pada Pembuatan Gula Batu

Authors

  • Dyah Titin Laswati Universitas Widya Mataram

DOI:

https://doi.org/10.37631/agrotech.v4i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jahe merah pada pembuatan gula batu dengan variasi waktu pemasakan terhadap sifat kimia   (antioksidan), sifat fisik (rendemen  dan liquid), organoleptik (hedonic scale test). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 level perlakuan pemanasan 30 menit, 40 menit dan 50 menit baik tanpa jahe maupun dengan jahe sehingga diperoleh 6 satuan percobaan dan masing-masing percobaan dilakukan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisa  statistik dengan uji Anova dan dilanjutkan uji   Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%.  Parameter yang diuji antara lain aktivitas antioksidan, rendemen dan berat liquid tersisa serta sifat organoleptik adalah kesukaan (Hedonic scale test). Panelis yang digunakan 30 panelis. Hasil rendemen tertinggi pada perlakuan gula batu tanpa jahe  waktu pemanasan/evaporai 50 menit yaitu 56,00% sedangkan berat liquid yang dihasilkan tertinggi pada perlakuan dengan ekstrak jahe waktu pemanasan/evaporasi 30 menit yaitu 267,33 g, kadar antioksidan paling tinggi yaitu 56,97% RSA yakni gula batu dengan ekstak jahe merah waktu pemanasan/evaporasi 50 menit. Nilai kesukaan tertinggi adalah gula batu dengan ekstrak jahe merah waktu pemasakan/evaporasi 30 menit.

 

Author Biography

Dyah Titin Laswati, Universitas Widya Mataram

Prodi Teknologi Pangan

References

Andarwulan, N., H. Wijaya, dan D.T. Cahyono.(1996). Aktivitas Antioksidan dari Daun Sirih (Piper betle L).Teknologi dan Industri Pangan. Hal 29-30.

Arivianti, S. 1999. Daya Tangkal Radikal dan Aktivitas Penghambatan Pembentukan Peroksida Sistem Linoleat ekstrak Rimpang Jahe, Laos, Temulawak dan Temuireng. Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Bambang Kartika, Pudji Hastuti dan Wahyu Supartono, 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. PAU, Pangan Gizi UGM, Yogyakarta.

Felipe, C.F., S.F. Kamyla., L. André., N.S.B. José., A.N. Manoel., M.F. Marta., dan dan S.V. Glauce., 2008. Alterations in behavior and memory induced by the essential oil of zingiber officinale roscoe (ginger) in mice are cholinergicdependent. Journal Medicinal Plants Res. 2(7), 163-170.

Irfan, Muhamad.2019.Pengaruh Waktu Dan Suhu Pemanasan Pada Rendemen Gula Batu (rock sugar).Laporan Skripsi.Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Kumaran, A., and Karunakaran, R.J. 2005. Antioxidants Activities of Methanol Extracts of Five (Phyllanthus urinaria. Jurnal Food and Chemical Toxicology.Vol. 46. Hal. 2485-2492.

Kusniawati, N. 2010. Optimasi Karakteristik Fungsional Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc) pada Brownis Substitusi Tepung Ubi Ungu (Ipomoea batatas l) sebagai Sumber Antioksidan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Koswara, S., A. Diniari, dan Sumarto. 2012. Panduan Proses Produksi Minuman Jahe Merah Instan. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Prasetiyeo, Y.T. Instan. 2012. Jahe, kunyit, kencur, temulawak. Kanisius. Yogyakarta.

Pietta P-G., 1999. Falvonoid as Antioxidants, Review,J. Nat. Prod., 63, 1035-1042.

Subagyo. 2007. Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi, PT. Elek Media Komputindo. Jakarta.

Yen G. dan Cheng, H.(1995). Antioxidant Activity of Various Tea Extract in Relation To Their Antimutagenicity. J. Agric. Food Chem. 43. pp. 27-32

.http://doi.org/10.1021/jf00049a007.

Zakaria, F.M dan T.M. Rajab, 1999. Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap produksi radikal bebas makrofag mencit sebagai indicator imunostimulan secara in vitro. Persatuan Ahli Pangan Indonesia

Downloads

Published

2022-02-23

Issue

Section

Articles