Optimalisasi Desain Ruang Kelas Berbasis Ergonomi Untuk Kenyamanan Proses Pembelajaran Mahasiswa Di Ruang Kelas Kampus III Universitas AKPRIND Indonesia

Authors

  • Risma Adelina Simanjuntak Universitas AKPRIND Indonesia
  • Shefina Herawati Universitas AKPRIND Indonesia
  • Joko Susetyo Universitas AKPRIND Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37631/jri.v7i2.1849

Keywords:

Ergonomi, LCD Proyektor, Musculoskeletal Disorders, Pencahayaan, Kapasitas Ruang

Abstract

Dalam menjalankan pembelajaran dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung. Sarana dan prasarana yang sering digunakan pada perguruan tinggi adalah ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana ruang kelas di Universitas AKPRIND Indonesia Kampus III dengan metode ergonomi, mengevaluasi kapasitas ruang kelas, dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas BB-31 memenuhi standar kapasitas ruang (<10%), sedangkan ruang kelas BB-32 tidak memenuhi standar (>20%). Selain itu, sudut pandang pada ruang kelas BB-31 sudah sesuai standar (<30°), tetapi ruang kelas BB-32 belum sesuai (>30°). Penelitian ini juga mengevaluasi tingkat pencahayaan ruang kelas dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki pengaturan tempat duduk dan pencahayaan agar lebih ergonomis dan mendukung pembelajaran yang efektif serta kesehatan mahasiswa.

References

Aminah, P. F. (2013). Kajian Antropometri Dan Penataan Ruang Pada Ruang Perkuliahan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Studi Kasus Jurusan Teknik Sipil). Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2011). Rancangan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Tinggi. Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan.

Egi, B. (2010). Analisis Statistik Data Antropometri Untuk Menguji Keergonomisan Kursi dan Posisi Layar (Studi Kasus di Ruang Kuliah Lingkungan FKIP Kampus Mrican USD). Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Kamilah, N., & Furnamasari, F. Y. (2023). Peran Manajemen Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, Vol. 2(3), 01–12.

Laksana, A. J. and Srisantyorini, T. (2019) ‘Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders ( MSDs ) pada Operator Pengelasan ( Welding ) Bagian Manufakturing di PT X Tahun 2019’, Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Vol. 01(01), 64–73.

Novianti, M. D., & Tanjung, S. (2016). Analisis Perbaikan Postur Kerja Operator pada Prosespembuatan Pipa untuk Mengurangi Musculoskeletal Disorders Dengan Menggunakan Metode RULA. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 006 (November 2016), 1–11. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/733

Setiawan, A.I & Mahbubah, N.A. (2023). Deteksi Kelelahan Otot Berbasis Postur Kerja Operator Computer Control Room Menggunakan Integrasi Metode NBM dan ROSA di PT. XYZ. Jurnal Rekayasa Industri (JRI), Vol. 5 No. 1, 60-72.

Simanjuntak, R. A. (2021). Memahami Ergonomi. Yogyakarta: AKPRIND Press.

Standar Nasional Indonesia. (2011). SNI 03-6197-2000 Standar Nasional Indonesia Badan Standardisasi Nasional Konservasi energi pada sistem pencahayaan

Standar Nasional Indonesia. (2004). SNI 16-7062-2004 Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja.

Wignjosoebroto, S. (2006). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu (I. K. Gunarta (ed.); Edisi Pert). Surabaya, Guna Widya.

Downloads

Published

2025-10-31