Arsitektur vernakular Goa Maria Jatiningsih Desa Jatiningsih, Sumberarum, Sleman, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v8i2.206Keywords:
Arsitektur Vernakular JatiningsihAbstract
Desa Jatiningsih yang terletak sekitar 20 kilometer arah barat kota Yogyakarta termasuk ke dalam wilayah budaya Jawa 'bagian dalam’ atau yang disebut wilayah Negariagung. Wilayah Negariagung meliputi – Keraton Yogyakarta dan Surakarta – dan wilayah sekitarnya yang cukup luas. Desa Jatiningsih yang terletak di dataran rendah sebelah timur sungai Progo adalah merupakan lahan pertanian yang subur akan lambat laun terkena pengaruh modernisasi baik melalui mekanisme transportasi maupun komunikasi. Pengetahuan penduduk bertambah melalui apa yang mereka lihat di desa tetangga yang lebih maju, di kecamatan dan di kota ataupun yang ditayangkan melalui televisi. Pada saat yang sama ada kecenderungan (biasanya melalui pengaruh dari para intelektual-intelektual baru di desa) bahwa kemajuan-kemajuan itu berikut keindahan-keindahan yang menyertainya pasti baik dan menyenangkan. Maka desa-desa pun mengalami perkembangan dan perubahan, demikian halnya dengan arsitektur vernakularnya. Rumah-rumah baru didirikan dengan bentuk dan model baru serta menggunakan material-material yang lebih modern mulai menghiasi rumah-rumah desa yang lama. Uniknya, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir di desa-desa tersebut fenomena transformasi arsitektur ataupun perubahan arsitektur pada rumah-rumah tinggal berikut elemen-elemen bangunan yang ada dapat dikatakan berlangsung secara perlahan-lahan, padahal fenomena transformasi secara sosial dan ekonomi cukup drastis, terbukti dari kemakmuran masyarakat yang meningkat cukup pesat. Fenomena yang sangat menarik untuk diteliti.
References
Ammadi, Parmono, 1984, Apa yang terjadi pada Assttektur Jawa ? Proyek Javanologi, Yogyakarta
Bakker, Anton, 1995, Kosmologi dan Ekologi Filsafat tentang Kosmos Kanisius, Yogyakarta
Geertz, Clifford, terj. F. Budi Hardiman, 1992, Tafsir Kebudayaan Kanisius, Yogyakarta
Johnson, Paul-Alan, 1994, The Theory of Architecture, Van Nostrand Reinhold, NY.
Kayam, Umar, 1989, Transformast Budaya Kula, pidato pengukuhan jabatan Guru Besar Fakultas Sastra, Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta
Koentjaraningrat, 1978, Kebudayaan Mentaflet dan Pembangunan Jambatan, Jakarta 1979, Antropologi Kebudayaan Aksara Bari Jakarta
Mangunwijaya, YB., 1988, Wastuctura Gramedia, Jakarta
Muhadjir, Noeng, 1989, Metode Penelan Kuantaus, Rake Sarasin, Yogyakarta
Haryadi, 1996, Kuliah Arsitektur Vernakular, FT. UGM
Herusatoto, Budiono, 1991 Simbolisme dalam Budaya Jawa, Hanindita, Yogyakarta
Peursen, CA., 1976, Strategi Kebudayaan Kanisius, Yogyakarta
Priyotomo, Joseph, 1988, Ideas and Forms of Javanese Architecture, Gadjah Mada University Press, New York, USA
Rapoport, 1969, House, Form and Culture Prentice Hal, London
Tjahyono, Gunawan, 1989, Cosmos and Duashy in Javanese Architecture Tradidon, The Symbolic Dimensions of House Shapes in Kota Gede and Surroundings University of Califomia, Barkeley, USA
Wiryomartono, A Bagoes P., 1995, Seni Bangunan dan Seni Bina-Kota di Indonesta,
Gramedia, Jakarta,
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






