PENGARUH CARA PENGOLAHAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) VARIETAS KATING DAN SINCO
DOI:
https://doi.org/10.37631/agrotech.v3i1.173Keywords:
bawang putih, antioksidan, uji DPPHAbstract
Penelitian dengan judul ‘Pengaruh Cara Pengolahan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) varietas Kating dan Sinco’, bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan bawang putih varietas Kating dan Sinco pada beberapa metode pengolahan.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola factorial yang terdiri dua factor. Pertama factor varietas bawang putih terdiri dari 2 perlakuan yaitu Varietas Kating dan Sinco; kedua factor metode pengolahan terdiri 3 perlakuan yaitu Mentah, Goreng dan Rebus. Data yang diperoleh dilakukan analisis of varians (ANAVA), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan metode Duncan’s Multiple Ranges Test (DMRT) pada jenjang 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan cara pengolahan dan perbedaan varietas bawang putih berpengaruh nyata terhadap sifat kimia ekstrak bawang putih, yaitu terhadap kadar air dan aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan ekstrak bawang putih mentah varietas Kating lebih tinggi daripada varietas Sinco, namun demikian bawang putih Sinco memiliki stabilitas antioksidan yang lebih tinggi terhadap pengolahan yang menggunakan panas, yaitu dengan cara penggorengan dan cara perebusan dibandingkan varietas Kating
References
Amin, I dan Lee, WY., 2005. Effect of different blanching on Antioxidant properties in selected Cruciferous Vegetables.Journal of the Science of Food and Agriculture. 85 (13): 2134-2320.
Anonim, 2018.https//macorp.co.id/Pengertian & Struktur Allisin, StrukturAllicin Allicin.https://www.khasiat.co.id/umbi/bawang putih.html.
Asep, W. Permana, SM. Widayanti, S. Prabawati, dan D.A. Setyabudi, 2012.Sifat Antioksidan Bubuk Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) instan dan Aplikasinya untuk Minuman Fungsional Berkarbonasi. J. Pascapanen 9(2) 2012 88-95. Balai Besar Penelitian & Pengembangan Pasca Panen Pertanian, Bogor.
Budi Samadi, 2004. Usaha Tani Bawang Putih: Pengembangan Bawang Putih Dataran Tinggi dan Bawang Putih Dataran Rendah. Cetakan ke-5.Penerbit Kanisius Yogyakarta.
Hernawan,UE dan Setyawan, AD. 2003. Review: Senyawa OrganosulfurBawang Putih
(Allium sativum L.)dan Aktivitas Biologinya. Jurnal Biofarmasi 1 (2): 65-76, ISSN: 1693-2242, FMIPA - UNS Surakarta.
Octaviantie, PD., Sri Purwaningsih, dan Arifoel Hajat. 2017. Pengaruh cara pengolahan bawang putih (Allium sativum) terhadap efek antitrombotik pada mencit. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, Vol. 17, Number 3, 157-160. ISSN: 1412-1026.
Sulistyorini, A., 2015. Potensi Antioksidan dan Antijamur Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) dalam Beberapa Pelarut Organik.Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim’ Malang.
Yuli, Y., 2014. 12 Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan dan Kulit (Teruji).https//manfaat.co.id/12 manfaat-bawang putih-bagi-kesehatan-kulit-teruji.
Yuniastuti, K., 2006. Ekstraksi & Identifikasi Komponen Sulfida pada Bawang Putih (Allium sativum L).Skripsi.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.









