PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

Authors

  • Dyah Titin Laswatin Universitas Widya Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37631/agrotech.v3i1.170

Keywords:

waktu pemanasan, buah naga merah, selai

Abstract

Buah naga merah memiliki kandungan senyawa biokatif yang tinggi antara lain betasianin dan antosianin yang merupakan antioksidan terbaik dari kelas flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan daya terima panelis terhadap selai buah naga merah. Proses pembuatan selai buah naga merah setiap perlakuan adalah memanaskan buah naga merah masing-masing perlakuan 500 g dan dipanaskan sampai mendidih dengan api sedang selama 30 menit  kemudian ditambahkan gula pasir (200 g) tiap perlakuan sampai mendidih dengan waktu  berbeda masing-masing selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit suhu 90-100ºC atau total pemanasan masing-masing 35; 40; 45; 50; dan 55 menit. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah RAL dengan ulangan 3 kali untuk tiap perlakuan. Parameter yang diuji antara lain kadar air, kadar gula total, aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik adalah  warna,  tekstur/kekentalan dan kesukaan. Pengujian organoleptik secara Scoring different test dan Hedonic scale test. Panelis yang digunakan 30 panelis.Hasil penelitian meliputi analisis kimia pada selai buah naga merah berturut-turut Kadar air sebagai berikut 35,5%; 34,29%; 30,38; 26,73; dan 25,11%. Aktivitas antioksidan (%RSA) sebagai berikut 60,57; 56,58; 54,51; 50,56 dan 50,19. Kadar gula total sebagai berikut 49,32%; 56,60%; 58,37%; 60,89; dan 69,33%. Hasil uji organoleptik terhadap Selai buah naga merah, panelis menyatakan  suka skor (4,6) terhadap selai buah naga merah dengan pemasakan 45 menit dengan warna merah keunguan/pink  skor (3,45) dan tekstur kompak dan liat  skor (3,9).

References

Andarwulan, N., H. Wijaya, dan D.T. Cahyono.(1996). Aktivitas Antioksidan dari Daun Sirih (Piper betle L).Teknologi dan Industri Pangan. Hal 29-30.

Astawan M, dan Kasih AL, 2008, Khasiat Warna-warni Makanan, Jakarta, Gramedia Pustaka Umum

Bambang Kartika, Pudji Hastuti dan Wahyu Supartono, 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. PAU, Pangan Gizi UGM, Yogyakarta.

Basuki, N., Harijono, Kuswanto, dan Damanhuri.2005. Studi Pewarisan Antosianin pada Ubi Jalar. Agravita27 (1): 63 – 68. ISSN: 0126 – 0537.

Clydesdale, F.M. 1998. Color : origin, stability, measurement and quality. Didalam Food Storage Stability.Taub, I.A. & Singh, R. P (Ed) 1998. CRC Press LCC. New York.

Gross, J. 1991. Pigments In Vegetables (Chlorophylls and Carotenoids). Van Nostrand Reinhold, New York, hal. 1 – 351. Batsford, London

Handayani, Prima Astuti dan Asri Rahmawati. 2012. “Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Dragon Fruit) Sebagai Pewarna Alami Makanan Pengganti Pewarna Sintetis. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. Vol 1(2): 19-24.

Harborne. 2005. Encyclopedia of Food and Color Additives. CRC Press,Inc. New York.

Hendry. 1996. Natural Food Colours. Di dalam Natural Food Colorants. Hendry, G. A. F. & J. D. Houghton (ed.). 1996. 2nd ed. Blackie Academic & Proffesional London.

Hidayah, Tri. 2014. “Uji Stabilitas Pigmen dan Antioksidan Ekstrak Zat Warna Alami KulitBuah Nagaâ€. Indonesian Journal of Chemical Science. 3 (2): 136-140.

Jaafar, Ali., R. Nazri M., Khairuddin, W. 2009. Proxymate Analysis of Dragon Fruit (Hylecereus polyhizus.)American Journal of Applied Sciences. 6:1341-1346

Kumaran, A., and Karunakaran, R.J. 2005. Antioxidants Activities of Methanol Extracts of Five (Phyllanthus urinaria. Jurnal Food and Chemical Toxicology.Vol. 46. Hal. 2485-2492.

Laswati, DT., 2018. Pengaruh waktu pemanasan terhadap sifat kimia dan organoleptik agar-agar buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) Laporan Penelitian Dana DIPA Kopertis Wilayah V Yogyakarta/LLDIKTI. Tahun 2018.

Man, J. M. de. 1997. Kimia Makanan. ITB. Bandung.

Markakis, P. 1982. Anthocyanins as Food Additives.Di dalam Anthocyanins as Food Colors.

Pitojo, S., dan Sumiati. 2005. Cincau: Cara Pembuatan dan Variasi Olahan. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Pietta P-G., 1999. Falvonoid as Antioxidants, Review,J. Nat. Prod., 63, 1035-1042.

Prakash A., 2001. Antioxidant Activity, Medaltion Laboratories Analitycal Progres, Vol. 19 (2).

Rivera, J., C. Ordorica, dan P. Wesche. 1998. Changes in Anthocyanin Concentration in Lychee (Litchi chinensis Sonn) Pericarp DuringMaturation. J. Food Chem65 (1999) 195-200.

Slamet Sudarmadji, Bambang Haryono dan Suhardi. 2010. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Sundari, U. 2008. Uji Banding Metode Ekstraksi Karotenoid dan Tokoferol Sari Buah Merah.Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Supriyono, T. 2008. Kandungan β-Karoten, Polifenol Total dan Aktivitas “Merantas†Radikal Bebas Kefir Susu Kacang Hijau (Vigna radiata) oleh Pengaruh Jumlah Strater (Lactobacillus bulgaricus dan Candida kefir) dan Konsentrasi Glukosa.Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Winarno, F.G., 1997. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winarti, Sri. 2008. Ekstraksi Dan Stabilitas Warna Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.,) Sebagai Pewarna Alami. Jurnal Teknik Kimia, Vol.3, No.1:207-214.

Yudiono, K. 2011. Ekstraksi Antosianin dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas Cv. Ayamurasaki) dengan Teknik Ekstraksi Subcritical Water. Jurnal Teknologi Pangan 2 (1) :1 –30

Downloads

Published

2020-09-11

How to Cite

Laswatin, D. T. (2020). PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus). AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN, 3(1). https://doi.org/10.37631/agrotech.v3i1.170

Citation Check