Reformulasi Regulasi Radio Komunitas di Indonesia

Kartika Sari Yudaninggar

Abstract


Community Radio (CR) in Indonesia has emerged as a media that able to disseminate information to audience. Since this function can not be fullfiled by both private and public radios, CR is important for audience especially for those who lives in remote or even blank spot area. However, Government regulation on CR is feared to deprive the existence of CR. The regulation ranging from limitation of frequency allocation, criteria on coverage area and limited emmitance strength compare to public and private radios.  This imply that the Government has never supported the existence of Community Radio. Government and Indonesia Broadcasting Commistion (KPI), as the powerful bodies, ought to reevaluate broadcasting regulation especially on Community Radio. Reformulation on the regulation is needed to maximilize the function of CR in Indonesia as independent media and to support democratization in the broadcasting system in Indonesia.

Keywords


community radio, radio, regulation

Full Text:

PDF

References


Jonathans, Errol. 2006. Socrates di Radio: EsaiEsai Jagat Keradioan. Yogyakarta: Gongplus dan Radio Suara Surabaya Masduki, 2003.Radio Siaran dan Demokratisasi. Yogyakarta: Penerbit Jendela McQuail, Denis. 2004. Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga Rachmatie, Atie. 2007. Radio Komunitas: Ekskalasi Demokratisasi Komunikasi. Bandung:Simbiosa Rekatama Media Sufi, Rusdi. 1999. Perkembangan Media Komunikasi di Daerah: Radio Rimba Raya di Aceh. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Wibowo, Wahyu. 2013. Kedaulatan Frekuensi: Regulasi Penyiaran, Peran KPI, dan Konvergensi Media. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara

Jurnal Dwiana, Ressi. 2013. Radio Komunitas untuk Pemberdayaan Perempuan. IPTEKKOM, Vol. 15 No. 2, Desember 2013: 117-134 ISSN 1410-3346 Hakam, Ulil. (2011). Konvergensi Media dalam Radio Komunitas. Jurnal IPTEK KOM ,Vol. 3 No. 1 Tahun 2011, hal. 2. Jurriëns, Edwin. 2003. Radio Komunitas di Indonesia: ‘New Brechtian Theatre’ di Era Reformasi?.Jurnal Antropologi Indonesia 72, hal 11630. Masduki. 2004. Perkembangan dan Problematika Radio Komunitas di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi

Volume 1, Nomor 1, Juni 2004: 7386 Takariani, SupraptiDwi. 2013. Peluang dan Tantangan Radio Komunitas di Era Konvergensi. Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung. Vol. 11 No. 1, hal 23-38.

Website Abda, Iman. 2018. Radio Komunitas dan Alokasi Frekuensi. https://suarakota.or.id/radiokomunitas-dan-alokasi-frekuensi/, diakses 27 November 2018 pukul 13.26 Anonim. 2007. http://jrki.wordpress.com/about/, diakses 27 Desember 2018 Anonim . 2011. Regulasi Konvergensi Media yang melindungi Publik. http://prasetya.ub.ac.id/berita/Regula si-Konvergensi-Media-yangMelindungi-Publik-6787-id.html, diakses 27 Desember 2018 Tashandra, Nabilla. 2017. Tak Kunjung Rampung ini Hambatan Revisi UU Penyiaran.https://nasional.kompas.co m/read/2017/06/10/13001461/tak.kun jung.rampung.ini.hambatan.revisi.uu. penyiaran. , diakses 27 Desember 2018 pukul 13.34 Utomo, Wisnu Prasetya. 2016. Sinam Sutarno: Proses Perizinan Radio Komunitas Panjang dan Melelahkan.http://www.remotivi.or.i d/wawancara/317/Sinam-Sutarno:Proses-Perizinan-Radio-KomunitasPanjang-dan-Melelahkan, diakses 27 Desember 2018 pukul 13.42 http://jrki.or.id/?page_id=13, diakses 27 Desember 2018 pukul 13.42

Referensi Lain : Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 15 tahun 2003 Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran




DOI: https://doi.org/10.37631/populika.v7i1.30

Article Metrics

Abstract view : 169 times
PDF - 236 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 

View My Stats