Technopark UMKM Surabaya menyatukan inovasi dan inklusif bagi penyandang difabel
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v9i2.2246Abstract
Technopark UMKM merupakan tempat pelatihan dan pengembangan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur inklusif. Berlokasi di Kota Surabaya, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Technopark diharapkan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung pengembangan teknologi, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Isu utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat pengangguran dan kurangnya akses bagi penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja, yang menciptakan fenomena ketidaksetaraan dalam kesempatan berinovasi. Konsep technopark, menyatukan inovasi dan arsitektur inklusif. Konsep ini menunjukkan keberhasilan implementasi, menekankan pentingnya desain yang ramah bagi semua pengguna dan integrasi antara ruang publik dan privat untuk menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan inovatif. Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yang mendorong pembangunan 100 Technopark di Indonesia. Metodologi perancangan meliputi analisis kebutuhan pengguna, kebutuhan ruang, inovasi dan pengembangan konsep desain. Menghasilkan rancangan yang fungsional dan estetis, serta mampu menjawab tantangan sosial. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan technopark.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






