Konsep livabilitas sebagai dasar optimalisasi ruang publik Studi kasus: Solo City Walk, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta

Authors

  • Padmana Grady Prabasmara Universitas Widya Mataram
  • T Yoyok Wahyu Subroto Universitas Gadjah Mada
  • M Sani rochyansah Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.37631/pendapa.v1i2.110

Keywords:

Ruang jalan, Ruang publik, Livabilitas, Evaluasi Persebaran aktivitas, Urban design.

Abstract

Ruang publik yang terbentuk dari ruang jalan di kota berfungsi sebagai tempat untuk bertemu, berkumpul, dan berinteraksi satu sama lain untuk keperluan agama, perdagangan, dan pemerintahan untuk berbagi aspirasi kepada masyarakat. Selain fungsi tradisionalnya sebagai titik pertemuan, ruang publik juga mencerminkan identitas kota. Dengan demikian, banyak kota menggunakan ruang publik sebagai simbol atas interaksi sosial yang terjadi. Terletak di koridor Jalan Slamet Riyadi Surakarta, jalur pejalan kaki Solo City Walk dianggap mewakili karakter lingkungan ruang publik yang hidup. Optimalnya Solo City Walk sebagai ruang publik berkaitan dengan kehidupan yang ada di jalur pejalan kaki. Makalah ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep yang diterapkan di Solo City Walk sebagai proyek yang dirancang untuk menciptakan ruang publik yang optimal. Proyek ini menggunakan konsep mengajak warga untuk pergi keluar dan melakukan aktivitas mereka di ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dengan memetakan penumpukan pengguna dan kegiatan yang dilakukan di jalur pejalan kaki Solo City Walk. Pemetaan ini menunjukkan beberapa titik memiliki tingkat aktivitas tinggi atau rendah. Hasil penelitian memberikan evaluasi terhadap persebaran livabilitas yang ada di Solo City Walk. Bagian memiliki livabilitas yang tinggi menunjukkan banyaknya pengguna yang terkonsentrasi, berbagai aktivitas dan fungsi yang menarik. Dengan demikian, penggal atau bagian tersebut akan digunakan sebagai pedoman dalam mengoptimalkan bagian lain yang dianggap kurang hidup.

References

GBCI. ,2019. Green Building Council Indonesia. Accessed Maret 20, 2019.

Rustam, Hakim. 2012. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hariadhi. 2017. Wikipedia.Org.

Hendrix Van, DKK. ,2017. "Pola Pemanfaatan Ruang Bersama Pada Rusun Jatinegara Barat." Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan 137. Accessed April 8, 2019. https://media.neliti.com/.../185918-ID- pola-pemanfaatan-ruang-bersama-pada- rusu.pdf.

KPPR. ,2016. Pengelola Rusunawa. Jakarta Patent PU-JICA:2007:21. Desember.

Muhammad Ali Sodik, DKK. ,2015. In Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.Palembang, Portal Resmi Pemerintah Kota.,2016. Geografis Kota Palembang. Accessed April 1. 2019.

PMPU. ,2008. Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Indonesia Patent Nomor: 05/PRT/M/2008.

Pratama, Raden Prabowo Yoga. ,2015. "Analisis Pemanfaatan dan Keberadaan Rusunawa di Bantaran Kali Code Kota Yogyakarta." Accessed Maret 26, 2019.

Riantiza Avesta, DKK. ,2017. "Strategi Desain Bukaan terhadap Pencahayaan Alami."

Rekayasa Hijau 126-128. Accessed April 8, 2019. lib.itenas.ac.id/kti/wp- content/uploads/2018/02/RekayasaHijau_R iantiza.pdf.

RTRW. ,2012-2023. "Pemerintah Kota Palembang." Accessed Maret 25, 2019. tataruangpertanahan.com/regulasi/pdf/perd a/rtrw/.../kota_palembang_15_2012.pdf.

https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/dinsai n/article/download/90/87.

Sugiyono, 2006. Teknik Analisis Data. Accessed Juli 23, 2019.

Downloads

Published

2020-02-25

Issue

Section

Articles