Konsep simbolisme pohon hayat pada Pusat Batik Yogyakarta

Alfonsus Nanda Fianto Putra, Hadi Setyawan, Satrio Hasto Broto Wibowo

Abstract


Batik adalah karya budaya asli Yogyakarta dan Indonesia secara umum yang telah ditetapkan oleh Unesco sebagai warisan budaya intangible dunia. Penetapan batik sebagai karya budaya dunia oleh Unesco mendorong dilakukannya penelitian untuk perlindungan terhadap batik. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan konsep disain wadah atau badan Pusat Batik Yogyakarta. Konsep disain ini merupakan manifestasi dari kebutuhan akan wadah fisik yang berfungsi untuk menjaga, mengembangkan dan membina batik. Hal tersebut dilakukan sebagai  bentuk implementasi safeguarding terhadap warisan budaya intangible batik oleh Unesco. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi lapangan dan literatur; sedangkan metode disain digunakan metode simbolisme menurut Broadbent, 1980. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh temuan bahwa batik sebagai warisan dunia merupakan bagian dari hasil budaya dunia yang turut mewarnai budaya dunia tak benda yang layak untuk dijaga, dikembangkan dan dibina agar tetap lestari dan berkelanjutan terus menerus keberadaannya. Dari penelitian ini juga telah berhasil ditemukan  konsep disain Pusat Batik Yogyakarta sebagai wadah penjaga batik dengan mengambil motif pohon hayat sebagai simbol  perwujudan tata dan bentuk masa (bentuk bangunan). 


Keywords


Batik warisan dunia; Pusat Batik Yogyakarta; Penjagaan-perkembangan-pembinaan; Konsep disain arsitektur; Simbol pohon hayat

Full Text:

PDF

References


ANTARA News. 2009. Artikel Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO.

Baker, Walter D. and Ida S. 1920. Batik And Other Pattern Dyeing. Atkinson, Mentzer & Company: Chicago.

Broadbent, Geoffrey. 1980. Sign, Symbol, and Architecture. New York: John Wiley & Sons.

Creswell, John W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Hamzuri. 1985. Batik Klasik. Djamban. Jakarta

Honggopuro,K.R.T.Kalinggo.2002. Bathik sebagai Busana Dalam Tatanan Dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat Surakarta

J.L.A. Brandes. 1920. Brandes Ten is Point

Kartika, Dharsono Sony. 2007. Budaya Nusantara. Rekayasa Sains. Bandung.

Kushardjanti, Nyi. Tak bertahun. Makna Filosofis Motif & Pola Batik. https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article

Latifa, Arisanti. Tak bertahun. Batik dan Tradisi Kekinian. https://tirto.id/asal-mula-batik-sebagai-pakaian-bangsawan-bUaY

McCabe Eliot, Inger. 1984. Batik : fabled cloth of Java. Periplus Edition C.N. Potter. Singapore. http://eawpdf.abhappybooks.com.

Parmono, Kartini. 2017. Simbolisme Batik Tradisional. https://media.neliti.com/media/publicatio

https://regional.kompas.com. 2017 Cerita di Balik Batik Khas Keraton Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta. 2010. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta Tahun2010–2029.Yogyakarta.http://www.jkpp.org/downloads/perda2-2010_provDIY

UNESCO. 2009. Convention for The Safeguarding of The Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/decisions

Valerie J. Jenesick. 2009. Tarian Desain Penelitian Kualitatif: Metafora, Metodolatri, dan Makna Dalam Denzin, Norman.K. dan Lincoln, Yvonna.S. (ed). Handbook Of Quality Research. Pustaka Pelajar. Yogyakarta




DOI: https://doi.org/10.37631/pendapa.v1i2.99

Article Metrics

Abstract view : 288 times
PDF - 73 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.